Timika, Papua Tengah Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal melalui program pelatihan berbasis keterampilan nyata. Bersama Yayasan Somatua, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kembali digelar di Somatua Training Center (STC), dengan fokus pada praktik kerja di ketinggian.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta terpilih yang merupakan bagian dari kerja sama strategis Pemprov Papua Tengah dan Yayasan Somatua, dan dipandu langsung oleh instruktur K3 bersertifikat, Subana Simamora.

“Praktik hari ini kami fokuskan pada simulasi kerja di atas ketinggian, terutama dalam penggunaan alat pelindung diri seperti full body harness dan sistem tali pengaman. Mereka diajarkan cara naik dan turun struktur dengan aman, serta bagaimana menyelamatkan diri jika terjadi kondisi darurat,” jelas Subana Simamora.

Menurut Subana, pemahaman tentang keselamatan kerja tidak bisa ditawar. “Keselamatan adalah harga mati. Kita bisa belajar sambil memperbaiki teknik kerja, tapi kalau keselamatan diabaikan, risikonya nyawa. Maka itu, pelatihan ini penting untuk membentuk mental dan disiplin kerja yang benar,” tambahnya.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahap pelatihan, dari pemakaian APD hingga simulasi praktik langsung di struktur ketinggian.

Salah satu peserta, Yohanes Wonda (23), mengaku baru pertama kali belajar bekerja di ketinggian dengan standar profesional. “Awalnya saya takut naik ke atas, tapi setelah dijelaskan dan dipakaikan pengaman, saya jadi lebih yakin. Sekarang saya paham bahwa kerja di ketinggian itu tidak boleh asal-asalan,” ungkap Yohanes.

Ia juga mengapresiasi program ini karena membuka wawasan baru. “Terima kasih untuk Pemerintah Papua Tengah dan Yayasan Somatua. Kami anak-anak Papua jadi punya ilmu yang bisa dipakai nanti kalau kerja di proyek atau tambang,” lanjutnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah besar menuju pembangunan Papua yang lebih mandiri dan berdaya, dengan menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tapi juga siap kerja dan sadar keselamatan.

Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah dan mitra lokal seperti Yayasan Somatua berharap masyarakat asli Papua dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah dengan standar kerja yang profesional, aman, dan berkelanjutan. (STC)  

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian