Timika, Papua Tengah — Pelatihan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Yayasan Somatua terus berjalan progresif di Somatua Training Center (STC). Pada hari ini, para peserta pelatihan bidang konstruksi batu beton mulai menjalani kelas praktik pemasangan fondasi bangunan — sebuah tahapan penting dalam proses pembangunan yang dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman, Abraham Marandof.

Dalam sesi praktik tersebut, para peserta dikenalkan dengan metode pemasangan papan pembangun atau boblang sebagai tahap awal sebelum pembangunan struktur. “Setiap bangunan harus dimulai dari dasarnya, yaitu fondasi,” jelas Abraham. “Hari ini kami fokus memasang tulangan untuk fondasi. Kami tidak menggunakan batu, melainkan kawat sebagai rangka, lalu dilanjutkan dengan pemasangan tiang komando sebagai dasar untuk pemasangan batako nantinya.”
Praktik tersebut dilaksanakan dengan pendekatan interaktif. Setiap langkah kerja dievaluasi secara langsung agar peserta memahami secara menyeluruh fungsi dan teknik pelaksanaan di lapangan.

“Peserta kita ajak berdiskusi dalam setiap tahap pekerjaan. Sejauh ini, mereka sudah cukup memahami apa yang mereka kerjakan, meskipun tentu masih perlu penyempurnaan,” tambah Abraham.
Total peserta dalam pelatihan ini berjumlah lim
a orang, yang semuanya merupakan hasil seleksi dari program kerja sama antara Pemprov Papua Tengah dan Yayasan Somatua. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal di bidang konstruksi, sekaligus membuka peluang kerja bagi putra-putri asli Papua.





Setelah menyelesaikan tahap fondasi hari ini, peserta akan kembali ke ruang kelas untuk mempelajari materi tentang pemasangan pekerjaan baja, sebagai persiapan menuju praktik berikutnya yaitu konstruksi kuda-kuda dengan baja ringan.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari visi Yayasan Somatua dalam membangun masyarakat Papua yang mandiri dan terampil melalui pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri dan pembangunan lokal. (STC)
No responses yet