Timika, Papua TengahDalam rangka meningkatkan pemahaman teknis dan keterampilan peserta pelatihan di bidang konstruksi, sesi khusus mengenai konstruksi baja ringan dan batu beton diselenggarakan pada hari Selasa (29/07) di aula pelatihan teknik bangunan, Timika. Materi ini dibawakan langsung oleh Abraham Marandof, seorang praktisi berpengalaman yang telah berkecimpung di dunia konstruksi selama lebih dari dua dekade.

Abraham Marandof dikenal luas di kalangan profesional konstruksi sebagai ahli dalam pengaplikasian material konstruksi modern maupun konvensional, khususnya baja ringan dan batu beton. Dalam penyampaian materinya, ia menekankan pentingnya pemahaman struktur, efisiensi biaya, dan ketahanan material terhadap iklim tropis seperti di Papua.

“Baja ringan bukan hanya soal ringan, tetapi soal efisiensi dan kekuatan. Bila dirancang dan dipasang dengan benar, baja ringan mampu menahan beban angin dan gempa dengan sangat baik,” ujar Abraham di hadapan para peserta.

Selain teori, sesi ini juga diselingi dengan demonstrasi teknik penyambungan baja ringan serta praktik pencampuran dan pengecoran batu beton. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba langsung di bawah bimbingan Abraham dan tim teknisnya.

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Salah satu peserta, Rudi Yohanis, mengaku materi ini membuka wawasannya terhadap metode konstruksi yang lebih praktis dan tahan lama. “Selama ini saya hanya tahu cara tradisional. Sekarang saya jadi paham bagaimana sistem rangka baja bisa dipakai untuk bangunan rumah tahan gempa,” tuturnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan beberapa lembaga pelatihan teknik. Materi yang disampaikan Abraham Marandof diharapkan mampu memberikan bekal yang aplikatif bagi para peserta, baik yang nantinya bekerja di proyek-proyek konstruksi maupun yang ingin membuka usaha sendiri di bidang bangunan.

“Yang saya tekankan bukan hanya teknik, tapi juga tanggung jawab. Setiap bangunan menyangkut nyawa manusia. Jadi, harus dikerjakan dengan standar dan etika yang tinggi,” tegas Abraham menutup sesi.

Pelatihan akan berlanjut dengan materi lanjutan tentang struktur atap, fondasi bangunan, serta manajemen proyek konstruksi ringan dalam beberapa minggu ke depan. (STC)

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian