Timika, Papua Tengah — Sebanyak 10 peserta terpilih dari berbagai daerah di Provinsi Papua Tengah resmi mengikuti kelas pertama pelatihan operator alat berat yang difasilitasi oleh pemerintah provinsi. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertujuan meningkatkan keterampilan kerja masyarakat asli Papua di sektor industri konstruksi dan pertambangan.
Kelas perdana berlangsung pada Senin (28/7), dipandu langsung oleh Instruktur Senior Nabot Wandadaya, yang membawakan materi pengenalan dan dasar-dasar pengoperasian alat berat Excavator dan Backhoe Loader.

Setelah sesi teori, para peserta langsung memasuki hari pertama praktik lapangan dengan pengenalan unit secara langsung. Di bawah bimbingan instruktur, peserta diajarkan melakukan pengecekan mesin awal sebelum pengoperasian—termasuk pemeriksaan oli, hidrolik, kondisi bucket, serta sistem kendali dalam kabin.
“Alat berat bukan hanya soal menggerakkan mesin. Kita harus tahu bagaimana cara kerja mesinnya, bagaimana merawat, dan mengenali komponen penting sebelum menjalankan,” ujar Wandadaya di hadapan peserta.

Materi hari pertama mencakup pengenalan komponen utama excavator dan backhoe loader, termasuk sistem hidrolik, mesin utama, sistem kontrol, hingga prosedur keselamatan kerja. Para peserta tampak antusias saat diberikan kesempatan melakukan inspeksi visual langsung terhadap unit-unit alat berat yang digunakan selama pelatihan.
“Ini pengalaman baru bagi saya. Dulu saya cuma lihat excavator di proyek, sekarang bisa pegang langsung dan belajar cara jalankan. Terima kasih buat pemerintah Papua Tengah dan para instruktur,” ujar Yafet Tebay, salah satu peserta asal Kabupaten Paniai.

Pelatihan ini dirancang untuk berlangsung selama beberapa minggu ke depan dengan kombinasi teori di kelas dan praktik lapangan. Nantinya, peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat kompetensi resmi, yang dapat digunakan sebagai bekal melamar kerja di sektor industri maupun memulai usaha secara mandiri.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani potensi lokal dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor pembangunan Papua. (STC)
No responses yet