Timika, Papua Tengah — Komitmen bersama untuk membangun sumber daya manusia Papua terus ditunjukkan lewat berbagai inisiatif strategis. Salah satunya terlihat dari peresmian program pelatihan di bidang industri, UMKM, dan pertanian yang digelar melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Yayasan Somatua, pada Senin (28/7) di Timika.
Acara peresmian ini dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan sambutan penuh semangat dari Presiden Direktur Yayasan Somatua, Ny. Aryati Nagapa. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak meremehkan usaha kecil yang dilakukan hari ini, karena dari hal-hal kecil itulah peluang besar bisa muncul.

“Jangan pernah lelah berjuang dalam hal-hal kecil. Karena dari sanalah terbuka jalan menuju pekerjaan dan tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Aryati dengan penuh semangat di hadapan para peserta.
Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta terpilih dari total 400 pendaftar yang mengikuti proses seleksi ketat sejak awal Juli. Mereka akan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di tiga sektor utama: industri, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pertanian — sebagai sektor strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal Papua.

Turut hadir dalam acara peresmian, Rahman, S.E., selaku Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika. Dalam sambutannya, Rahman menegaskan pentingnya kepercayaan diri generasi muda Papua untuk turut membangun tanah kelahiran mereka, meski banyak tantangan yang dihadapi.
“Anak-anak Papua pasti bisa bangkit dan membangun Papua. Meski tanah ini kaya dan banyak didatangi pendatang, kita tidak boleh mundur. Kita harus jadi tuan di tanah sendiri,” tegas Rahman, disambut tepuk tangan peserta.

Hadir pula Hendri Bajo, pengurus Yayasan Somatua yang selama ini aktif dalam pendampingan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Papua Tengah.
Simbolisasi peresmian ditandai dengan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) kepada dua orang peserta secara langsung oleh Ny. Aryati Nagapa dan Rahman, S.E. Penyerahan ini menjadi momentum penting dimulainya pelatihan resmi yang dirancang untuk berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Acara ditutup dengan sesi makan bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membangun relasi dengan tim dari Yayasan Somatua, sekaligus memperkuat solidaritas sebagai satu komunitas pembelajar.
Melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan lembaga lokal, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi titik awal munculnya generasi muda Papua yang terampil, mandiri, dan siap mengambil peran dalam pembangunan berkelanjutan di tanahnya sendiri. (STC)
No responses yet