Timika, Papua Tengah – Program pelatihan K3 di Safety Training Center (STC) memasuki hari keenam dengan agenda praktik lapangan. Setelah lima hari sebelumnya fokus pada teori dan tes pengetahuan keselamatan kerja, kini para peserta mulai mengaplikasikan langsung materi yang telah dipelajari pada Selasa, (20/5).
Dua praktik utama dilakukan dalam sesi ini, yaitu Latoto Group dan Job Safety Analysis (JSA). Pada sesi Latoto Group, para siswa dan siswi diminta untuk memasangkan alat Lock Out Tag Out (LOTO) pada simulasi peralatan kerja. Latihan ini bertujuan memperkenalkan prosedur pengamanan yang mencegah kecelakaan saat perbaikan atau perawatan mesin.

“Latihan LOTO sangat penting agar peserta terbiasa dengan prosedur penguncian sebelum bekerja. Ini menjadi bagian dari budaya kerja aman yang wajib diterapkan,” ujar salah satu instruktur di lokasi pelatihan.
Selain itu, peserta juga menjalani praktik Job Safety Analysis. Dalam sesi ini, peserta diminta menganalisis langkah kerja dan mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin muncul. Salah satu siswi, Yakomina, menjadi perwakilan yang mempraktikkan langsung tahapan JSA di depan instruktur dan rekan-rekannya.

“JSA membantu kami berpikir kritis sebelum bekerja. Kami belajar mengenali risiko dan mencari cara menghindarinya,” kata Milawati usai praktik.
Praktik hari keenam ini menjadi penegasan bahwa pemahaman teori K3 harus diiringi dengan keterampilan lapangan. Melalui pendekatan ini, STC berharap lulusan kelas K3 dapat menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja. (STC)
No responses yet