Timika, Papua Tengah — Para peserta pelatihan di Somatua Training Center hari ini memasuki hari kelima dalam program pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Senin, 19/05/25. Pelatihan ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berasal dari tujuh suku asli Papua, dengan tujuan memperdalam pengetahuan dan keterampilan di bidang keselamatan kerja.
Program pelatihan yang berlangsung selama dua minggu ini memberikan berbagai materi penting yang langsung disampaikan oleh pelatih atau coach berpengalaman di bidang K3. Salah satu peserta, Delkianus Tebai, yang berasal dari Paniai dan merupakan bagian dari suku Me, membagikan pengalamannya selama mengikuti pelatihan ini.

“Saya sebelumnya sudah bekerja di Mpaigelah, jadi sudah lama mengetahui tentang Somatua Training Center. Banyak teman-teman saya yang ikut training di sini, mulai dari K3, welding, sampai alat berat. Karena latar belakang saya sebagai mekanik, saya memilih mengikuti pelatihan K3 agar lebih paham tentang keselamatan kerja,” ujar Delkianus saat diwawancarai.
Delkianus mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan banyak wawasan baru, termasuk pemahaman mendalam tentang HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment). “Saya bersyukur mendapat materi HIRA, yang membantu kami mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Sebelumnya saya hanya tahu sekilas tentang HIRA, tapi di sini kami benar-benar mempelajari cara kerjanya dan langsung mempraktikkannya.”
Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan ini, tidak hanya untuk dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Ternyata K3 ini bukan cuma buat kerja. Di rumah pun kita bisa terapkan demi keselamatan diri sendiri dan keluarga.”

Somatua Training Center dikenal sebagai pusat pelatihan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat asli Papua, terutama yang berasal dari tujuh suku. Sertifikat pelatihan yang diberikan setelah program selesai menjadi nilai tambah penting bagi para peserta untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
“Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini, semoga saya dan teman-teman bisa mendapat pekerjaan yang baik. Saya akan terus rekomendasikan pelatihan ini kepada teman-teman saya, karena selain berkualitas, training ini juga sangat memperhatikan OAP (Orang Asli Papua) dan tujuh suku. Sertifikat dari sini sangat penting—tanpa itu, kita susah dapat kerja,” tambah Delkianus.
Program K3 di Somatua Training Center akan terus berlangsung hingga akhir pekan depan, dengan fokus pada praktik lapangan dan penyelesaian modul keselamatan kerja yang telah dirancang sesuai dengan standar industri. (STC)
No responses yet