Timika, Papua Tengah — Suara ketukan palu berpadu dengan aroma kayu segar mewarnai suasana pelatihan konstruksi kayu yang digelar untuk para siswa asal Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Di bawah bimbingan Bapak Imam, kepala tukang sekaligus instruktur pelatihan, para peserta mendapat pengalaman langsung membangun keterampilan yang menjadi bekal di dunia kerja.

Pelatihan ini berlangsung di area workshop terbuka, di mana setiap peserta diberi kesempatan mempraktikkan teknik dasar hingga lanjutan konstruksi kayu. Bapak Imam, yang sudah berpengalaman puluhan tahun di bidang pertukangan, mengajarkan mulai dari pengukuran yang presisi, pemotongan kayu yang aman, hingga proses penyusunan rangka.

“Tujuan kami bukan hanya mengajarkan cara memegang gergaji atau memaku, tetapi juga menanamkan ketelitian dan sikap kerja yang profesional,” ujar Bapak Imam saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Para siswa terlihat antusias mengikuti arahan. Beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali memegang peralatan pertukangan, namun merasa senang karena bisa belajar langsung dari praktisi. “Awalnya agak sulit, tapi setelah diajari langkah demi langkah, saya mulai bisa,” kata Yanto, salah satu peserta pelatihan.

Pelatihan konstruksi kayu ini menjadi bagian dari program peningkatan keterampilan kerja yang diinisiasi untuk mempersiapkan generasi muda Papua Tengah agar mampu bersaing di sektor konstruksi. Selain keterampilan teknis, peserta juga diajarkan pentingnya keselamatan kerja, manajemen waktu, dan kerja sama tim.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa dapat kembali ke daerah masing-masing dengan keterampilan baru yang bisa dimanfaatkan, baik untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja di proyek konstruksi yang membutuhkan tenaga terampil. (STC)
No responses yet