Timika, Papua Tengah — Momen kebersamaan penuh makna tersaji di Somatua Training Center saat seluruh peserta pelatihan dari berbagai program mengikuti ibadah mingguan bersama, sebuah tradisi rohani yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pembinaan karakter di pusat pelatihan ini.

Ibadah kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya semua siswa dari kelas pelatihan yang berbeda—mulai dari Safety K3, Konstruksi Beton dan Baja Ringan, hingga Operator Alat Berat—menghadiri ibadah secara serentak dalam satu ruangan, menyatukan hati dalam pujian, penyembahan, dan firman Tuhan.

Firman disampaikan oleh Bapak Pendeta Nino Rumabar, S.Th, yang mengangkat ayat dari Yohanes 14:6:
“Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Dalam khotbahnya, Pendeta Nino menekankan pentingnya memiliki arah hidup yang benar di tengah berbagai tantangan zaman. Ia mengajak seluruh peserta untuk melihat pelatihan bukan sekadar proses belajar keterampilan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengenal jati diri dan membangun hubungan dengan Tuhan.“Tuhan Yesus adalah jalan dan kebenaran yang memampukan kita melangkah ke masa depan yang lebih baik. Jangan hanya belajar dengan tangan, tetapi juga bukalah hati,” pesan Pendeta Nino di hadapan para peserta.

Ibadah ini berlangsung dalam suasana khusyuk dan menyentuh hati, ditandai dengan pujian rohani yang dinyanyikan bersama dan doa-doa yang dinaikkan penuh pengharapan. Para peserta terlihat antusias dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian acara.

Salah satu peserta dari Kelas Operator, Yosua, mengungkapkan rasa terharunya, “Saya belum pernah ikut ibadah dengan semua teman dari kelas lain. Rasanya berbeda, lebih kuat, dan saya merasa Tuhan hadir menyapa kami satu per satu.”

Pimpinan Somatua Training Center menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara pelatihan teknis dan pembinaan rohani. Ibadah seperti ini diyakini mampu mempererat persaudaraan serta menumbuhkan semangat dan ketulusan dalam menjalani pelatihan.

Dengan semangat baru yang ditanamkan lewat ibadah bersama ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga pribadi yang berintegritas dan berpegang teguh pada nilai-nilai kehidupan yang benar. (STC)

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian