Timika, Papua Tengah — Program pelatihan kejuruan bagi pemuda Papua resmi dimulai hari ini di Somatua Training Center, Timika. Sebanyak 12 siswa dari Kabupaten Intan Jaya mengikuti dua kelas teori perdana, yaitu kelas teori Exca (alat berat) dan kelas konstruksi kayu.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah pegunungan Papua, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern. Para peserta akan dibekali keterampilan teknis yang bisa langsung diterapkan di industri konstruksi dan pengolahan kayu.
Kelas teori Exca dipandu langsung oleh Nabot Wandadaya, instruktur berpengalaman di bidang alat berat. Ia membawakan materi pengenalan dasar excavator dan backhoe loader, mulai dari fungsi mesin, keselamatan kerja, hingga teknik pengoperasian di berbagai medan.

“Pemahaman dasar ini sangat penting agar ke depannya mereka bisa mengoperasikan alat berat dengan aman dan efisien. Tujuan kami bukan hanya menghasilkan operator, tapi juga tenaga kerja yang profesional dan tangguh,” jelas Nabot Wandadaya dalam sesi pembukaan kelas.
Sementara itu, di kelas konstruksi kayu, pelatihan difokuskan pada teknik mengukir dan membentuk kayu secara tradisional. Instruktur utama, Pak Imam, memperkenalkan metode kerja pertukangan yang menggabungkan teknik dasar pertukangan dengan nilai-nilai budaya lokal.

“Yang kita latih bukan sekadar pertukangan biasa, tapi bagaimana mengolah kayu menjadi karya seni ukiran Papua yang punya makna dan nilai jual. Anak-anak muda harus tahu akar budaya mereka,” ujar Pak Imam sembari memperlihatkan beberapa contoh ukiran khas Papua.
Kelas konstruksi kayu ini menjadi salah satu yang menarik perhatian karena pendekatannya yang berbasis warisan lokal. Para siswa diajak mengenali bentuk-bentuk ukiran tradisional, simbolisme, serta filosofi yang terkandung di balik motif-motif khas Papua.

Para peserta yang hadir sebagian besar merupakan lulusan SMA dan pemuda adat dari wilayah Intan Jaya yang antusias untuk belajar. Meski masih dalam tahap teori, suasana kelas sudah terasa hidup dengan diskusi dan praktik ringan di sela-sela penyampaian materi.
Program ini akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan dan dilanjutkan dengan sesi praktik intensif di lapangan. Diharapkan setelah pelatihan, peserta mampu mengembangkan keahlian mereka secara mandiri maupun dalam kerja sama industri dan komunitas lokal. (STC)
No responses yet