Papua Tengah, Timika – Dalam ibadah regular worship yang berlangsung pada hari ini, Pdt. Yance I. Ek, S.Th menyampaikan pesan firman Tuhan yang bersumber dari Ulangan 8:11–12. Melalui tema Hargai Tuhan dan Mendekatkan Diri kepada-Nya, Karena Tuhan Itu Baik, jemaat diajak untuk kembali melihat kasih Tuhan yang tidak pernah berubah serta pentingnya hidup dalam ketaatan.

Dalam khotbahnya, Pdt. Yance menegaskan bahwa peringatan Tuhan kepada bangsa Israel dalam Ulangan 8 tetap relevan bagi umat masa kini. Ketika hidup menjadi lebih baik, kebutuhan terpenuhi, dan segala sesuatu berjalan lancar, manusia sering kali mulai lengah. “Inilah momen paling berbahaya,” ujarnya. “Ketika kenyamanan membuat kita lupa pada Tuhan yang memberi kehidupan itu sendiri.”

Mengutip ayat 11, Pdt. Yance mengingatkan agar jemaat tidak melupakan Tuhan dengan mengabaikan perintah-perintah-Nya. Ia menekankan bahwa menghargai Tuhan bukan hanya lewat kata-kata syukur, tetapi lewat ketaatan yang nyata dalam keseharian: memilih untuk berbuat benar, menjaga hati tetap bersih, dan mengutamakan Tuhan dalam setiap keputusan.

Sementara itu, ayat 12 menjadi gambaran kondisi yang sering terjadi: saat manusia sudah makan kenyang, rumah aman, pekerjaan stabil, dan hidup terasa nyaman, hati bisa menjauh dari sumber kebaikan. “Tuhan baik bukan hanya ketika kita dalam kesusahan, tetapi Ia tetap baik ketika kita berada dalam kelimpahan. Karena itu, jangan biarkan berkat membuat kita jauh dari sumber berkat,” jelasnya.

Dalam penyampaiannya, Pdt. Yance memberikan dorongan bagi jemaat untuk semakin mendekat kepada Tuhan. Ia menekankan bahwa kedekatan dengan Tuhan bukan kewajiban yang berat, melainkan jalan yang membawa damai dan arah hidup yang benar. “Ketaatan pada Tuhan Yesus bukan tekanan, tetapi sebuah kehormatan. Itulah cara kita menunjukkan bahwa kita sungguh menghargai Dia,” tambahnya.

Di akhir khotbah, Pdt. Yance mengajak jemaat untuk melakukan evaluasi pribadi. Ia meminta setiap orang bertanya dalam hati: Apakah aku sedang menghargai Tuhan? Apakah aku tetap mendekat kepada-Nya, atau justru kenyamanan hidup membuatku lupa bersandar pada-Nya?

Dengan suara penuh keyakinan, ia menutup firman dengan penguatan: “Tuhan itu baik. Karena itu, marilah kita terus menempel kepada-Nya, memelihara firman-Nya, dan hidup dalam ketaatan. Saat kita menghargai Tuhan, maka hidup kita pun akan dipenuhi dengan damai dan penyertaan-Nya.”

Ibadah ditutup dengan pujian syukur dan doa, mengajak jemaat kembali mengarahkan hati kepada Tuhan yang setia dalam segala musim hidup. (STC)

Categories:

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian